5 Tips Menjual Pakaian Bekas Secara Online

Pusing menumpuk baju-baju lama di pakaian di lemari? Bila ingin mendapatkan uang tambahan dengan baju bekas, menjual baju secara online bisa menjadi alternatif.

Dilansir dari Nerd Wallet, ternyata untuk menjual pakaian bekas memiliki kiat-kita tersendiri agar menarik mata pelanggan dan barang terjual lebih cepat.

Kiat-kiat di sini menuntut penjual untuk turut bersikap profesional, meskipun yang dijualnya berstatus secondhand. Misalnya, jangan sampai asal-asalan saat mengambil foto.

Lebih lengkapnya, berikut lima suggestions yang bisa kamu ikuti saat menjual pakaian bekas.

1. Mau Jual ke Siapa?

Yang pertama harus dilakukan, pahami dulu ingin menjual barang ke siapa. Ingin jual ke anak-anak muda atau ke orang yang berumur? Barangnya mewah atau barang biasa?

Bila menjual untuk anak-anak muda, platform seperti Facebook atau Instagram bisa dijadikan pilihan. Bila untuk khalayak yang lebih umum, lebih baik pilih situs belanja online yang dipercaya.

Apabila barangnya mewah seperti gaun, atau mungkin tas dan sepatu mewah, lebih baik jangan jual di media sosial karena bisa saja orang tidak percaya, atau pengguna medsos yang masih muda tidak bisa menjangkau harga barang mewah tersebut.

2. Persegar Barang

Sebagus-bagusnya merek, kalau kamu tidak bisa merawatnya, maka penjual pastinya tidak berselera. Coba dulu pastikan tidak ada noda atau cela lain di barang yang ingin dijual sebelum dipasarkan.

Selain itu, bungkus paket dengan baik. Lipat baju dengan rapih atau posisikan tas dan sepatu dengan baik di dalam kotak. Jangan lalai mentang-mentang barang sudah laku dipesan. Anggap saja sedang mengirim barang ke sahabat.

3. Ambil Foto yang Jelas

Tentu tidak perlu fotografer profesional untuk memotret barang. Tapi cobalah perhatikan keadaan sekitar saat mengambil foto barang yang ingin dijual.

Salah satu ideas saat mengambil foto barang adalah meletakan barang di atas permukaan datar, atau bisa juga di atas seprai atau selimut yang memiliki warna stable, tentunya jangan lupa untuk menyalahkan lampu, serta menyingkirkan barang-barang berantakan di sekitar barang sebelum mengambil foto.

4. Tulis Deskpripsi yang Jujur

Tuliskan semua hal yang perlu calon pembeli ketahui. Tentunya jangan sampai lupa menuliskan detail dasar seperti ukuran, brand, dan kondisi, dan lebih baik lagi bila bisa spesifik seperti mengenai bahan.

Bila barang memiliki cela, tak perlu disembunyikan. Tulis saja dengan jujur di kolom deskripsi agar calon pembeli bisa menimbang positif dan negatifnya dari barang tersebut secara keseluruhan.

5. Tentang Harga

Untuk harga, lebih baik coba browsing dulu dengan melihat harga barang yang masih baru. Bila harganya tidak berbeda jauh, untuk apa pengguna membeli yang bekas? Kecuali bila memang barang tersebut sudah tak dijual di toko-toko.

Jika barang tidak kunjung laku, coba perbaiki foto dan deskripsinya. Atau bisa juga mengurangi harganya sedikit agar menarik pelanggan.