5 Marketplace Jualan Barang Bekas Dengan Mudah

Bagi kebanyakan orang, barang preloved atau disebut juga barang bekas akan langsung dibuang atau dihibahkan karena sudah dianggap tidak terpakai. Lagipula menumpuk barang bekas di rumah kerap kali bikin pusing dan memakan tempat. Daripada kamu biarkan menumpuk sampai berdebu dan rusak, kenapa tidak coba dijual saja. Asalkan barang tersebut masih layak digunakan. Dengan jualan barang bekas yang ada dirumah, selain mengurangi jumlah barang tak terpakai, kamu pun mendapat tambahan pemasukan.

Saat ini kamu tak perlu repot lagi mencari tempat jual beli barang bekas, sebab saat ini banyak situs jual beli barang bekas yang memberi lapak berjualan. Kamu hanya perlu mendaftarkan diri menjadi service provider dan langsung bisa menjual barang bekasmu yang tak terpakai. Lalu tinggal addContent foto dan berikan deskripsinya serta harganya. Berikut ini lima situs yang bisa kamu gunakan untuk menjual barang bekas secara online.

Prelo

Pilihan pertama ada situs jual beli online barang bekas Prelo. Menariknya, Prelo menyediakan fasilitas rekening bersama untuk melakukan transaksi yang aman. Tidak hanya itu, Prelo bakal memberikan garansi 3 hari khusus untuk pembeli apabila ingin mengajukan klaim atau refund.Selain itu, Prelo juga memiliki sistem bagi untung kepada penjual yang besarannya antara 0-10%. Kemudian ada juga fitur jastip atau jasa titip dan juga penyewaan barang. Sangat menarik bukan!

Kaskus

Kaskus masih jadi pilihan utama pengguna segala usia untuk menjual barang-barangnya, termasuk barang preloved. Selain terkenal karena discussion board diskusinya, situs yang satu ini juga menyediakan layanan jual beli yang sangat menguntungkan. Selain kemudahan dalam pemakaiannya pun masih banyak diminati baik pria maupun wanita.

Kamu bisa jualan barang bekas apapun yang masih layak pakai disini. Namun, situs ini juga dikenal banyak kejahilannya dari para penggunanya. Jadi, pastikan kamu selalu berhati-hati selama bertransaksi di Kaskus.

Carousell

Situs jual beli online yang satu ini berasal dari Singapura, di mana kamu dapat melakukan penjualan dan pembelian barang bekas maupun barang baru secara online. Carousell juga memberikan kemudahan kepada penggunanya dengan panel-panel sederhana untuk mendukung dalam memajang barang-barang bekas yang ingin kamu jual.

Situs ini biasanya paling banyak diburu oleh wanita yang mencari peralatan make up dan sejumlah fashion. Carousell juga tersedia dalam layanan aplikasi di Android maupun IOS agar lebih praktis. Dengan tampilan desain friendly dan fitur chat yang mudah, wajar jika Carousell cukup populer.

OLX

Sebelum ada bukalapak dan tokopedia, situs jual beli online yang sebelumnya bernama Tokobagus.com ini lebih dulu berjaya sebagai wadah jual beli produk-produk preloved atau barang bekas. Baru pada 2010 berganti nama menjadi OLX yang sampai kini terus bertumbuh dan sudah tersebar di 106 negara dengan layanan forty bahasa. Kamu bisa jualan barang bekas apapun di sini, mulai dari speaker hingga rumah. Bukan hanya itu, OLX kini juga telah memiliki fitur geo search yang mempermudah kamu membeli barang bekas di dekat rumah.

Jualo

Jualo merupakan salah satu situs marketplace yang populer di Indonesia. Jualo didukung dengan ragam fitur keren seperti geo-search yang berfungsi melacak jarak pembeli di area sekitar kita. Selain itu ada pula fitur tukar barang atau barter serta tawar menawar harga yang sangat unik dan tidak jarang ditemukan di marketplace lain. Didukung juga dengan sistem pembayaran yang aman dan mudah. Cocok bagi yang mau berjualan barang-barang bekas.

Selain mempermudah kamu menjual barang bekas, dengan memanfaatkan situs-situs e commerce di atas juga mempermudah kamu ketika ingin menjual barang bekas di Indonesia. Namun, ketika kamu ingin melakukan transaksi jual beli di beberapa e commerce tersebut, kamu harus berhati-hati. Jika bisa, cobalah metode COD atau Cash of Delivery ketika kamu ingin membeli barang dengan jumlah uang yang besar, misalnya saja barang elektronik.

Hal ini bisa membantu kamu mengurangi risiko dari kecurangan atau penipuan ‘beli kucing di dalam karung’. Selain itu, kamu juga bisa melakukan pengecekan atas barang yang ingin kamu beli dengan lebih puas, tidak hanya bermodalkan foto barang. Hal ini penting dilakukan, karena sudah banyak orang yang tertipu ketika melakukan transaksi barang bekas seperti itu.

Jika kamu sudah berhasil melakukan transaksi jual beli melalui market atau ecommerce tersebut, jangan lupa untuk menyisihkan pendapatan yang kamu miliki dengan memulai berinvestasi di reksa dana. Dengan berinvestasi di reksa dana, kamu bisa mendapatkan keuntungan pasif hanya dengan memonitor dana yang telah kamu simpan melalui aplikasi. Mudah bukan?